Selasa, 12 Maret 2024

Teknik Pembuatan Api Tradisional


Teknik


Pada 1960-an-1980-an masyarakat perkampungan lembah Yahulikma, Ubahakikma dan Sosomikma tidak memiliki akses korek api, dan masih menggunakan teknik pembuatan api tradisional. 


Hal ini dicapai dengan penggunaan gergaji api (Sebenernya ahintok, Seken Uk) yang umumnya dibawa oleh laki-laki dengan tas tali mereka. 


Terdiri dari sebatang tongkat (konkon) dibela den dibuka dengan kerikil kecil, dan sebatang rotan kering yang dibelah sebagian disimpan dalam gulungan. 


Tali rotan dililitkan pada bagian bawah batang tongkat, sumbuh halus (amunangge yang dapat dipotong dari gulungan rotan ditaruh dibawah atau di celah, dan tongkat batang ditancapkan kuat ke tanah dengan kaki. 

Tali rotan ditarik ke belakang dan ke depan dengan kuat, dalam waktu kurang dari dua puluh detik sumbu tersebut mulai berasap dapat dinyalakan menjadi nyala api. 


Sabtu, 02 September 2023

Saya Masih Primitif

 

Credit photo doc pribadi


Oleh : Obock I Silak

 

Kata Primitif identik dengan kesan kuno, konotasi  negatif, kenyataannya kata primitif tetap penting sebagai dasar dari sesuatu yang lebih maju.


Budaya primitif memiliki warisan lisan kuat,  tradisi, cerita-cerita penting disampaikan dari satu generasi ke generasi berikut secara lisan.


Sebelum tercipta kertas, mengenal huruf, membaca dan menulis.  Pengetahuan itu didesiminasikan melalui lisan. 


Seperti seseorang bicara kepada seorang yang lain mendengarkan, semua yang seseorang katakan dari menit pertama kepada seorang yang lain sudah lupakan. 


Mungkin yang tersisa tinggal 10%, itupun tidak bersih seperti yang tadi seseorang katakan. 


Cuma hasil tafsir atau hasil tanggapan dari seorang, bayangkan saja.


Dulu cerita, dongeng, filosofi dan mitos disampaikan melalui lisan saja, itu rendang distorsi dan rendang disrupsi. orang bisa lupa dan tidak mengerti.


Ketika terjadi revolusi pertama ditemukan kertas dan alat tulis. Disitu terjadi revolusi pengetahuan pertama. 


Selanjutnya setelah injil masuk di wilayah ini mengenal huruf, kertas, alat tulis, membaca dan menulis. Disitu terjadi peradaban pengetahuan pertama.


Tetapi filosofi, cerita, mitologi, dongeng, kebudayaan, bahasa, ideologi, mata pencaharian, pengetahuan, organisasi sosial, artefak, kesenian, hukum, agama suku dan teknologi. 


Seperti kata Taylor dan Koentjaraningrat tujuh unsur sistem kebudayaan itu. Bahasa, peralatan atau teknologi, mata pencaharian, pengetahuan, kekerabatan atau organisasi sosial, religi dan kesenian. 


Semua itu, belum ada yang didokumentasikan lengkap secara tertulis. Sehingga dikatakan masih primitif, sampai saat ini saya masih percaya bahwa; peradaban itu digerakkan oleh para penulis.

Jumat, 28 Juli 2023

Sistem Kepemimpinan Pemimpin Besar Ap Suon Di Angguruk

 





Oleh : Obock I Silak


Penulisan artikel sistem kepemimpinan pemimpin besar (Ap Suon) di Angguruk ini bertujuan untuk mengetahui sistem kepemimpinan seorang pemimpin (Orang Besar, Big Man, Ap Suon, Ap Kain, Dlsb). Setelah mendapatkan pengakuan dari masyarakat karena pengaruh-Nya. Menjadi lokasi penulisan artikel ini adalah di daerah Angguruk, Kab.Yahukimo, Papua Melanesia. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik kajian kepustakaan atau literatur, wawancara dan observasi. Hasil penulisan ini membuktikan seorang Angguruk dianggap pemimpin bukan karena ia berkuasa melainkan ia berpengaruh karena kepemimpinan-Nya dengan syarat contoh : Kekuatan Badani, (eben wereg) Pembicara (ele wereg) Kekayaan Babi sekarang Kekayaan Uang (ingkik wereg). Jabatan kepala kampung tidak dikenal oleh orang di Angguruk.

Seseorang ingin menjadi pemimpin tentu dilatarbelakangi oleh banyak opsi keputusan hidup yang secara khasat mata sulit dibaca dan dilihat oleh mata manusia.
Sebagai bagian dari kehidupan sosial tentu banyak orang ingin menjadi pemimpin hanya karena mencari popularitas, sebagian lagi berpikir bahwa melalui kepemimpinan mereka telah menjadi seseorang yang mempunyai kekuasaan (power) untuk membuat segala keputusan. Banyak yang berpikir bahwa menjadi seorang pemimpin itu kesempatan untuk mengumpulkan kekayaan, sementara yang lainnya berpikir menjadi pemimpin. Kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam berbagai aspek, kepemimpinan sesuai dengan tujuan organisasi yang telah ditentukan.

Pemimpin besar di Angguruk dianggap pemimpin Orang Besar, Big Man, Ap Suon, Ap Kain, Dlsb. Dibuktikan-Nya dengan peran kepemimpinan-Nya, ia pandai berbicara menyangkut orang sekampung mereka, kekuatan Badani/fisik, pengetahuan rahasia tentang keselamatan dan marah bahaya, kekayaan babi sekarang kekayaan uang, memiliki harta benda cukup banyak, banyak orang tinggal dan berdatangan dirumah-Nya. Ia mampu mengatasi persolaan orang sekampung dan berkampungan tetangga mereka, ia pandai berdiplomasi atas kepentingan umum.

Sehingga masyarakat di Angguruk tidak mengenal institusi atau lembaga kepemimpinan, tetapi atas dasar beberapa faktor diantaranya kepandaian berbicara, pengetahuan rahasia, kekuatan badani, kekayaan babi sekarang kekayaan uang, dukungan adik kakak satu ayah dan dukungan persekutuan (organisasi) Honai (yowi).

Kepemimpinan Pemimpin Orang Besar Di Angguruk

Seorang Angguruk bisa diakui sebagai pemimpin yang kemudian memiliki pengaruh yang cukup besar, Orang itu juga dapat disebut pembicara.
Entah itu untuk Honai (yowi), Kampung, berkampungan walaupun jarang sekali sebut untuk menjadi pemimpin berpengaruh dalam berkampungan. Ia berpengaruh tapi bukan berkuasa, perkataan-Nya cukup penting untuk didengar, tetapi bukan tanpa syarat, syarat-Nya orang di Angguruk mengenal falsafah hidup Kekuatan Badani (ebe wereg), Pembicara (ele wereg),  Kekayaan Babi sekarang Kekayaan Uang (ingkik wereg). Jabatan kepala kampung dan kepala suku tidak dikenal oleh orang di Angguruk.

Proses Mencapai Kepemimpinan Pemimpin Orang Besar Di Angguruk

Masyarakat di Angguruk tidak mengenal institusi atau lembaga kepemimpinan, pengangkatan, penunjukan, ambisi jabatan dan kekuasaan. Masyarakat di Angguruk hanya mengenal atas pengakuan sebagai pemimpin dari masyarakat Angguruk itu sendiri. Pengakuan datang karena ia berpengaruh, bukan karena ia berkuasa. Seorang pemimpin (Orang Besar, Big Man, Ap Suon, Ap Kain, Dlsb). Ia mendapat pengakuan karena berpengaruh, ini perlaku selama sepanjang sang pemimpin masih hidup, ia dianggap sebagai pemimpin (Orang Besar, Big Man, Ap Suon, Ap Kain, Dlsb).

Orang di Angguruk hanya dianggap pemimpin (Orang Besar, Big Man, Ap Suon, Ap Kain, Dlsb). Dibuktikan-Nya dengan peran kepemimpinan-Nya, ia pandai berbicara menyangkut orang sekampung mereka, kekuatan badani, pengetahuan rahasia, kekayaan babi dan uang sekarang, memiliki harta benda cukup banyak, dukungan adik kakak satu ayah, dukungan persekutuan Honai (yowi organisasi) yang kuat, banyak orang tinggal dan berdatangan dirumah-Nya. Ia mampu mengatasi persolaan orang sekampung dan kampung tetangga mereka walaupun hubungan dengan orang di perkampungan masih longgar tetapi pengaruhnya cukup besar. Ia pandai berdiplomasi atas kepentingan umum. Atas dasar beberapa faktor itu seseorang Angguruk di mendapatkan pengakuan sebagai seorang pemimpin kampung.

Dengan demikian orang di Angguruk seorang di katakan pemimpin dilihat dari pengaruh kepemimpinan-Nya, tidak sama sekali karena pemimpin setelah mencapai kekuasaannya. Orang di Angguruk tidak memiliki lembaga kepemimpinan dan institusi. Di Angguruk tidak pernah mengenal istilah-istilah ambisi kekuasaan, pengangkatan, penunjukan, termasuk sistem demokrasi satu orang satu suara yang dikenal dengan istilah (dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat). Mereka hanya mengenal pengakuan sebagai pemimpin berpengaruh (Orang Besar, Big Man, Ap Suon, Ap Kain, Dlsb).

Sehingga perlu dipelajari, disosialisasikan dan diterapkan sistem kepemimpinan pengakuan atas orang berpengaruh (Orang Besar, Big Man, Ap Suon, Ap Kain, Dlsb) di Angguruk. Sehingga orang di Angguruk menjadi modern tapi bukan orang modern dengan sistem kepemimpinan demokrasi ala barat Eropa dan Amerika Serikat. Melainkan tetap mempertahankan sistem kepemimpinan pengakuan atas orang berpengaruh pemimpin (Orang Besar, Big Man, Ap Suon, Ap Kain, Dlsb) orang di Angguruk, Kabupaten Yahukimo, Papua, Melanesia merupakan warisan leluhur dan budaya mereka.

Kata kunci : Kepemimpinan, pemimpin berpengaruh, pengakuan, Orang Besar, Big Man, Ap Suon, Ap Kain

Daftar Pustaka

Pohon Yeli dan mitos wam dalam agama orang Yali, Hal: 9

Pdt Siegfried Zollner, 2011

Konflik Perang dan perdamaian orang Yali di Angguruk, Hal: 29

Ismael Robby Silak, 2011

Selasa, 06 September 2022

Doa Anak Melanesia

"Dalam nama Tuhan yang pernah menjaga nenek moyang kami di Tanah Melanesia ini, Tuhan yang pernah memelihara orang tua kami di bumi Papua Barat ini, Tuhan yang sedang memberkati kami sekarang ini, dan Tuhan yang sama akan menjaga dan memberkati anak-cucu kami ke depan di Tanah Papua Barat ini, saya mau bertanya kepada-Mu. Tuhan, apakah masih ada harapan untuk kami bangsa Melanesia di tanah ini kami dapat hidup dan menikmati sedikit cahaya dan harapan di Negeri dan Tanah kami ini? Kami percaya rencana Tuhan adalah rencana yang pasti dan sempurna, karena itu kami percayakan semuanya kepada-Mu, Tuhan, Amin". (Doa Ismael Robby Silak, SH., M.A.,

Jayapura, September 2006)

Rabu, 24 Agustus 2022

Kearifan Bahasa Ibu Didokumentasikan Penutur Bahasa Ibu

Sumo (https://alinlancintamenulis.blogspot.com) - Andi mengatakan kekayaan kearifan bahasa ibu didokumentasikan oleh Penutur bahasa ibu itu sendiri. Hal itu dikatakan dalam diskusi formal di Sumo, Yahukimo Papua, Rabu 23/8/22.

"Orang lokal di Kampung Penutur bahasa ibu dianggap bodoh, sebenarnya tidak bodoh yang bodoh adalah orang Penutur bahasa ibu yang tinggal menetap di kota," tutur Andi.

Lebih lanjut, ia mengatakan orang kampung yang menetap di kota meremehkan orang lokal itu bodoh-bodoh,  tidak bisa tulis, tidak bisa baca dan tidak bisa apa-apa, tapi kalau orang lokal ajarkan bahasa lokal dengan modal yang mereka miliki (ada 36 tenses) itu daripada bahasa Inggris yang hanya 16 tense.

"Tapi orang lokal yang menetap di kota sudah tahu bahasa Inggris bikin tahu diri, menganggap ia bisa semua.
Padahal ia hanya bermodal 16 tense saja, orang kampung yang menetap di kota tidak paham tense kearifan penuturan bahasa ibu," katanya. 

Tensenya itu adalah perubahan kata kerja subjek dan waktu. Orang lokal di kampung paham kearifan penuturan bahasa ibu (36 tense) kata kerja subjek dan waktu. Mereka sangat memahami tense yang berubah-ubah sesuai dengan subjek dan waktu. 

Bayangkan mereka pintar sekali memiliki 36 tense dan punya kekayaan intelektual sebagai bahasa lokal sebanyak itu. Karena itu bahasa lokal siapa bilang itu bodoh, tidak ada budaya yang bodoh. Makanya kita harus menghargai, kesannya. 

"Orang yang tahu bahasa Inggris bangga dan dianggap pintar sedangkan bahasa lokal dianggap bodoh ketika bahasa lokal 36 tense itu digunakan oleh penutur lokal," ucapnya. 
(Obock)

Minggu, 14 Agustus 2022

Sekretaris Antar Waktu Klasis Yalimu Angguruk atau Guru Injil Jemaat Mesopotania Tinggilmu, Guru Injil Martinus Kabak Tutup Usia

Waniok tiga Gereja diantaranya, Mesopotania Tinggilmu, Lahai-roi Waniok, Pniel Solinggul, Klasis Yalimu Angguruk. turut berduka cita atas tutup usianya Guru Injil Martinus Kabak pada selasa 09/Agustus/2022 di tengah-tengah Jemaat Mesopotania Tinggilmu. Berita itu benarkan oleh Badan Pekerja, Bendahara Klasis Yalimu Angguruk Yeseki Iksomon, di Via Grup Facebook Walsomu. Bahwa Badan pekerja Klasis Yalimo Anggruk Turut berduka cita atas dipanggil pulang ke hadapan  BPK yg maha kuasa atas dipanggil pulang Almarhum penginjil Martinus kabak di tinggilmu. Tuhan yang memberi Tuhan yg mengambil terpujilah namaTuhan, Ucapnya.  Via Grup Facebook Walsomu itu. 

Jenazah sementara disemayamkan dirumah duka Jemaat Mesopotania Tinggilmu, Kampung Tinggilmu-Waniok.

Atas Nama Para Guru Injil Yang Mendahului Kita, Dan Sedang Pekerja Di Lembah-lembah, Tebing Terjal, Naik Gunung Turun Lembah, Melewati Sungai-sungai, Mengarungi Awan Krumulus Ganas Yang Mencari Kawanan Domba-domba-Mu Di LadangTuhan.

Saya Secara Pribadi, Turut Berduka Yang Mendalam. 

Tolak Cinta Frederick Nietzsche

Frederick Nietzsche Soal cinta. Nietzsche jatuh cinta pada Lou Andreas-Salome, Lou adalah wanita cerdas. Lou menolak cintanya. Setelah itu Nietzsche menulis eforisme-eforimesnya tentang cinta dan benci.
Ini kutipan Nietzsche tentang cinta, dalam eforisme-eforimesnya. 

Cinta itu tolol dan berlimpah dengan duri-duri. 
Permintaan agar dicintai adalah jenis arogansi yang paling besar. 
Cinta tidak mengakui kekuasaan, tidak ada yang memisahkan, membedakan, kedudukan yang lebih tinggi atau bawahan

Pernyataan Rocky Gerung sepertinya dipengaruhi dengan Frederick Nietzsche. ia Akui Kerap Gagal Dekati Wanita dan memikat hati wanita,  Rocky Gerung mengatakan dirinya tidak pernah berhasil menaklukkan hati wanita.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung saat menjadi narasumber di channel YouTube Talk Show tvOne yang diunggah pada Rabu (18/12/2019).

Dikenal istilahnya, ("Wanita Indah sebagai Fiksi, Bahaya sebagai Fakta, ") Ucapnya. Kemungkinan Rocky dugaan saya ia mengalami trauma penolakan cintanya. Dari seorang wanita yang jatuh cintanya, itu menolaknya.

Kemungkinan juga Rocky bermain itu dalam bingkai CINTA misalnya, indah sebagai fiksi karena kisah drama indah karena Rocky pernah perpacaran dan ia lihat orang-orang pacaran disekitarnya. 

Bahaya sebagai fakta karena cinta Rocky di tolak sakit hati  atau luka yang diterima Rocky dan orang-orang disekitarnya itu fakta yang Rocky lihat. 

Dugaan saya juga, maksud Rocky pertentangan dengan fiksi dan fakta ini, Indah jika dibayangkan indah senyumnya, kebaikannya, lekuk tubuhnya saat dibayangkan itu, (fiksi).

Tapi dalam realitas (fakta) dia juga pencemburu, egois, anak-anak-an, bahkan bisa lebih radikal itu, (fakta). 

Dua pernyataan Nietzsche dan Rocky terkait eforisme-eforimesnya dan fiksi-faktanya itu, selain pernyataan Freud, mengingatkan sa cinta ditolak oleh wanita itu, sa berpikir penolakan wanita itu disebabkan karena secara fisik dan pengetahuan tidak menarik dimatanya. lebih rendah dibandingkan dengan yang lainnya.

Hal itu memang diakui bahwa, cinta ibarat permainan drama pemeran utama, pemeran kedua dan pemeran ketiga yang disutradarainya. 

Saya beropini bahwa; Nietzsche dan Rocky  sama-sama cintanya di tolak wanita tapi pernyataan mereka masih bernyawa dan hidup dari generasi kepada generasi. Walaupun mereka tidak ada didunia lalu pergi ke alam baka. 

Jadi, Cinta ditolak bagi penulis itu bom waktu bagi si penolak, ia (penolak) sudah siap ingin berdaya menghadapi demonstrasi tulisan.

Kamis, 28 Juli 2022

Untukmu Guru Debu Jalanan Berabu

_".-Nasihat sepangkal dari sa pu Guru ini masih relevan untuk praktek dalam kehidupan*_"-

[*_.-Sewaktu-waktu Murid Bisa Menjadi Guru Melewati Batas Kemampuan Gurunya, Tapi Guru Tidak Pernah Menjadi Murid*_".]

Artinya! *_".🌸
..................

Jangan engkau mendidik manusia lain untuk mendapatkan pujian dan hormat, dari orang yang akan engkau didik itu, dikemudian hari mereka telah mengetahui ilmu dan pengetahuanmu menjadi orang-orang sukses. Tidak mungkin mereka menuruti cara pandang engkau semua, mereka yang lain akan perpandangan lain.

Sewaktu-waktu mereka mendukung kamu disisi lain mereka melawan kamu. Karena itu, mendidik manusia lain bukan untuk  kamu mendapat pujian dan hormat. Melainkan kamu sebagai manusia, memanusiakan manusia lain adalah tanggung jawab moral kamu sebagai sesama manusia, yang sama dengan kamu tanpa memandang perbedaan latar belakang laki-laki dan perempuan. Dan jangan memuji dirimu atas kamu lakukan perbuatan baikmu itu di dunia ini. Perbuatan baikmu atas manusia lain di dunia ini adalah bekal hidupmu  untuk urusan dengan Tuhan di kemudian hari.
Lalu, soal menentukan pilihan hidup  mereka jangan sekali-kali kamu menggurui mereka, karena itu hal yang sangat rahasia (privat) dan hak atas menentukan pilihan kehidupan mereka masing-masing orang. Biarkan perbuatan baikmu itu  menjadi kenangan untuk mereka menceritakan kepada orang lain dan anak cucu mereka di masa depan. 

Karena itu, Kalau kamu  tidak mau mendapatkan pujian dan hormat semua itu, siapa yang suru kamu menjadi Guru debu jalanan berabu? Sebagai Guru menerima semuanya itu sebagai  konsekuensi yang logis dan hal yang biasa. Kamu dengan keyakinan  bahwa sewaktu-waktu murid bisa menjadi Guru  dimasa akan datang melebihi batas kemampuanmu, dan sebaliknya melawanmu. Akan tetapi, bukan itu yang diharapkan untuk melemahkan semangatmu untuk mendidik orang  lain. Kamu ingat bahwa Guru tidak akan pernah bisa menjadi Murid. Guru tetap Guru.

{Padang bulan, Holandia, 2016-2017 Years Ago]©
https://alinlancintamenulis.blogspot.com

Senin, 25 Juli 2022

Apakah Socrates Mengajak Kita Berpikir Tingkat Tinggi, DenganTeori Tingkat Tinggi?

Bukan karena soal saya egois jadi, saya tulis di media sosial Facebook ini. Tapi kutipan Nare, Soleman Itlay dibawah ini menurut saya, sangat bernyawa dan hidup selama-lamanya,
"Kalau kita mengorganisir kritik tulisan lewat buku saja, sementara kondisi tertentu tidak mendukung, maka ide dan gagasan kita bisa basi. Beruntung kalau sang kritikus tulisan berumur panjang dan bisa menghasilkan buku. Lalu bagaimana jika ia sakit, dan meninggal dunia? Kasihan dia, sebab dia membawa ide dan gagasan di alam baka. Dan kita juga akan rugi untuk merasakan manfaat pikirannya". 

 Karena itu menurutnya ini, saya pikir mengingatkan kita, untuk menulis di media sosial Facebook itu, juga bagian dari karya seseorang selama penulis memenuhi syarat kaidah-kaidah dan unsur-unsur ilmah, sistematis, terstruktur, terorganisir di Zaman generasi Z perkembangan teknologi dan informasi. Karena hari ini masih banyak orang berinteraksi di media sosial Facebook, whatsapp, instagram, twitter. 
 
Saya kutip juga seorang penulis ternama mengingatkan kita hal yang sama dibawah ini. 

*_"Menulis adalah sebuah kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi oleh feses pemikiran. Maka, menulislah. Entah itu di buku tulis, daun lontar, prasasti, atau bahkan media sosial Facebook, Whatsapp, Instagram, Twitter, menulislah terus tanpa peduli karyamu akan dihargai oleh siapa dan senilai berapa_". - Fiersa Besari-.*

Jadi saya pikir, Dengan hadirnya buku Socrates itu, bikin kita satu Papua ini memulai untuk berpikir dari tingkat mistis, teologis, logis, hingga sampai pada berpikir tingkat tinggi dialektika menurut Karl Marx & Hegelian, kalau dengan begitu, bagaimana Gerakan Literasi Papua kita saatnya dimulai?

Minggu, 10 Juli 2022

Catatan Lepas Harian Siang Perihal : Om

Om adalah panggilan kepada kakak atau adik laki-laki dari ibu, selain dari itu, kakak atau adik laki-laki klen/marga dari ibu bersangkutan. 
Terlepas dari berbicara sebutan untuk silsilah kekerabatan keluarga, Studi kasus tentang sapaan Om terhadap Misionaris tiba disebuah kampung.

Dalam tatanan kebudayaan kami, sebutan kekerabatan untuk Om sangat tinggi nilai-Nya dari sebutan-sebutan  yang lain. 
Ketika para misionaris  masuk di suatu kampung, pendekatan yang mereka lakukan adalah dalam budaya yang nilai-Nya sangat tinggi. Yaitu; mereka  memanggil para misionaris itu sebagai Om.

Tatanan budaya kekerabatan mereka, ketika para misionaris itu disapa sebagai Om, itu berarti mereka menjadi bagian yang utuh dari kehidupan budaya ditempat itu. Mereka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari orang-orang sekampung itu. Mereka sudah masuk dan hidup sebagai bagian dari suku-suku itu. 

Sehingga, misionaris disapa dengan om yang nilai-Nya sangat tinggi menurut kebudayaan mereka maka, bukan hanya pemberitaan Injil yang identik dengan jiwa rohani itu, akan tetapi pendidikan, kesehatan, pertukangan, pengajaran guru injil, dlsb, itu. telah menjadi om dari segala zaman.

Judul : Tugu Injil
Foto : Obock I Silak Photograpy
Date : 04/28/2022
Lokasi : Waniok
Category : Art

CINTA EROTIS

Cinta Erotis merupakan hasrat untuk bersatu sepenuhnya, bersatu dengan dia seorang (pria dan wanita). Cinta ini pada dasarnya khusus (eksklusif) dan tidak umum (universal), juga mungkin bentuk cinta paling memperdaya yang pernah ada.

Pertama-tama, cinta erotis sering rancu dengan perasaan "jatuh " Cinta yang meledak-ledak, runtuhnya secara tiba-tiba semua tembok yang sebelumnya berdiri diantara dua orang asing. Namun, keintiman mendadak ini sebenarnya cuma bertahan sebentar.

 Setelah kedua orang asing itu menjadi dekat, tidak ada lagi penghalang untuk ditaklukkan, tidak ada lagi keintiman tiba-tiba untuk diraih. Orang yang "dicintai " Jadi dikenal baik seperti mengenal diri sendiri. Atau lebih tepatnya, agak dikenal. Andai ada kedalaman lebih saat merasakan orang lain itu, andai dia bisa merasakan ke tidak terbatasan kepribadian pasangannya, maka orang lain itu tidak akan menjadi terkenal (familiar) sehingga keajaiban menaklukan penghalang pun akan terjadi setiap hari.

Bagi mereka keintiman dibangun terutama melalui hubungan seksual. Karena bagi mereka keterpisahan dengan orang lain bermakna keterpisahan fisik, sehingga penyatuan fisik dianggap akan mengatasi keterpisahan itu. Yang tampak intim hanya saat mereka ditempat tidur atau saat mereka saling mengekspresikan kebencian dan kemarahan. Namun, semua bentuk kedekatan ini cenderung melemah terus dan terus seiring waktu berlalu. Akibatnya dia pun mencari cinta pada orang baru, pada orang asing baru. Sekali lagi orang asing baru itu dijelaskan jadi orang "dekat ", sekali lagi pengalaman jatuh cinta itu menggembirakan dan kuat (intens), dan sekali lagi perlahan-lahan melemah dan melemah, dan berakhir dalam keinginan mencari penaklukan baru, cinta baru selalu dengan ilusi bahwa cinta yang baru akan berbeda dari yang sebelumnya. Sifat hasrat seksual yang memperdaya berperan besar menyumbang ilusi ini.

Tujuan hasrat seksual adalah penyatuan dan bukan sekedar gairah fisik, perbedaan ketegangan yang menyakitkan. Namun, hasrat seksual pun bisa dirangsang oleh rasa cemas akan kesendirian, oleh keinginan untuk menaklukkan atau ditaklukkan, oleh keangkuhan, oleh keinginan untuk menyakiti dan bahkan merusak, sebesar rangsangan cinta. Tampaknya hasrat seksual bisa dengan mudah bercampur dan dirangsang oleh emosi kuat, cinta cuma salah satunya. Hasrat seksual berada di dalam pikiran sebagian besar orang, bercampur dengan gagasan tentang cinta, karenanya mereka terkecoh, mengirah bahwa saat menginginkan satu sama lain secara fisik berarti mereka saling mencintai.

 Cinta dapat membangkitkan keinginan untuk penyatuan seksual, bila demikian maka hubungan fisik itu tidaklah tamak, tidaklah ingin menaklukkan atau ditaklukkan, melainkan berbaur kelembutan. Jika hasrat penyatuan tidak dirangsang oleh cinta, jika cinta erotis itu tidak sekaligus sebuah cinta persaudaraan, maka hasrat penyatuan itu tidak akan membawa pada penyatuan lebih dari rasa orgiastik yang sementara. Untuk sesaat, ketertarikan seksual menciptakan ilusi bersatu, tapi tanpa cinta "penyatuan" Ini hanya membuat kedua orang asing itu sejauh sebelumnya kadang membuat mereka malu satu sama lain, dan bahkan membuat mereka saling membenci, karena saat ilusi itu telah hilang mereka merasa terasing bahkan lebih dari sebelumnya.

Kasih sayang sama sekali bukan, seperti yang diyakini Freud, sebuah usaha pengalihan hasrat yang bersifat primitif ke tingkahlaku yang diterima oleh norma masyarakat (sublimasi) dari pola tingkalahku yang bersifat turun temurun sejak lahir (insting) seksual, kasih sayang terlahir dari cinta persaudaraan, dan hadir dalam bentuk cinta fisik maupun non-fisik. Kita sering menemukan dua orang saling "jatuh cinta " Dan tidak mencintai siapapun yang lain. Cinta mereka, sesungguhnya, adalah egotisme. Mereka adalah dua orang yang mengidentifikasi dirinya pada pasangannya, dan mengatasi persoalan terasing dengan meluaskan individu satu menjadi dua.

 Mereka memang telah mengatasi kesendirian, tapi, karena terpisah dari seluruh umat manusia, mereka tetap terpisah dari satu sama lain dan terasing dari diri sendiri, mereka mengalami penyatuan sebagai ilusi. Cinta erotis bersifat ekslusif, tapi artinya mencintai dalam diri orang lain itu seluruh umat manusia, semua yang hidup. Cinta erotis khusus (eksklusif) hanya dalam arti saya bisa menyatukan diriku sepenuhnya dan sekuatnya dengan hanya satu orang. Cinta erotis meniadakan cinta untuk yang lain hanya dalam arti penyatuan erotis, berkomitmen penuh dalam seluruh aspek kehidupan tapi tidak dalam arti meniadakan cinta persaudaraan yang dalam dengan orang lain.

Cinta erotis, jika itu memang cinta, punya satu premis. Bahwa saya mencintai dari inti keberadaan saya dan merasakan orang lain dalam inti keberadaannya. Pada intinya, semua manusia sama. Kita sebagai bagian dari yang satu, kita adalah satu. Karena inilah, siapa yang kita cintai tak ada bedanya. Cinta seharusnya adalah kerelaan, keputusan untuk memercayakan hidup saya sepenuhnya pada satu orang itu. Inilah sesungguhnya alasan dibalik gagasan tentang pernikahan yang sulit dijelaskan. Gagasan ini menjadi landasan pernikahan tradisional yang mana kedua pasangan tidak pernah memilih satu sama lain, tetapi dipilihkan untuk satu sama lain dan diharapkan mencintai satu sama lain. Dalam kebudayaan Barat modern, gagasan ini sudah usang, kuno sama sekali. Cinta diharapkan timbul dari reaksi emosional, spontan, dari perasaan tidak tertahankan yang mendadak menguasai. Dalam pandangan ini, dia hanya melihat kekhasan dua individu yang terlibat cinta dan bukan kenyataan bahwa semua manusia laki-laki bagian dari Adam, dan semua perempuan bagian dari Hawa. Dia menyangkal faktor penting cinta erotis, yaitu Kerelaan. Mencintai seseorang bukan sekedar suatu perasaan yang kuat tapi keputusan, pertimbangan, janji. Jika cinta cuma perasaan, tidak akan ada landasan bagi janji mencintai satu sama lain selamanya. Perasaan datang dan bisa pergi. Bagaimana saya menilai itu akan bertahan selamanya, jika tindakan saya tidak menyertakan pertimbangan dan keputusan? 

Mengingat dua pandangan diatas, kita mungkin sampai pada posisi bahwa cinta adalah semata-mata kerelaan dan komitmen, jadi tidak penting siapa kedua orang itu. Apakah pernikahan diatur oleh pihak lain, atau pilihan pribadi, begitu pernikahan diputuskan, kerelaan tadi harusnya menjamin cinta berlanjut. Pandangan ini tampak mengabaikan ciri paradoks dari sifat manusia dan cinta erotis. 

Cinta erotis menghendaki elemen-elemen tertentu yang sangat individual dan spesifik, yang terdapat diantara beberapa orang, bukan diantara semua orang. 

Jadi kedua pandangan tersebut benar, yaitu bahwa cinta erotis adalah ketertarikan individual sepenuhnya, khusus antara dua orang tertentu. Juga bahwa cinta erotis tidak lain adalah kerelaan. 

Lebih tepat cinta erotis adalah kebenaran bukan yang ini atau itu. 
Maka anggapan bahwa bila cinta erotis tidak berhasil, hubungan bisa dengan mudah pudar, atau anggapan bahwa hubungan pasti tidak akan pernah pudar sama sekali, Sama-sama keliru. 


Rene Decrates, Izinkan Saya Obock I Silakan Menjadi Pelacur! DiLadangMu. 

Lawan Anggapan

Sering mendengar pandangan seksis sekitar orang-orang sekampung, anggapan mereka dengan ungkapan bahwa setinggi-tingginya perempuan sekolah, tetap saja berkubang di dapur.

Pandangan ini menurut kami sikap superioritas (egois) laki-laki terhadap perempuan, membuat masa depan nasib dan karir kaum perempuan dalam dunia pendidikan, organisasi, dan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi. Mereka gelisah, rendah diri, merasa minder, merasa masa depan yang belum pasti. Kaum laki-laki memandang perempuan sebagai pangsa yang lemah, mereka merasa hanya laki-laki lebih superior atas dirinya dari pada mengabaikan perempuan. 

Pandangan itu dipengaruhi dengan perspektif "Laki-laki cocok menjadi pemimpin karena bisa berpikir logis dan rasional. Sementara itu, perempuan tidak cocok menjadi pemimpin karena mendahulukan emosi daripada logika."

Terlepas dari masalah dalam dunia pendidikan dan kehidupan dalam bermasyarakat, kami melihat pandangan itu berpengaruh juga pada kepemimpinan laki-laki dalam masalah di dunia bidang organisasi tertentu. Didalam tulisan ini tidak ada terselip dengan maksud tertentu dalam perkembangan salah satu organisasi akan tetapi sebatas pandangan untuk umum dalam perkembangan organisasi saat ini.

ketika perempuan bergabung dalam organisasi tertentu tidak lain yang hanya ingin belajar. Hanya keegoisan kaum laki-laki mematahkan semangat atas hak-hak kaum perempuan. Tetapi juga laki-laki sebagai panitia penerimaan anggota baru atau senior dalam organisasi tertentu memandang mereka dengan pandangan seksis dan menganggap akan dijadikan sebagai pacar dalam organisasi, sesudah pacar membatasi pacarnya untuk terlibat berorganisasi, dengan alasan orang dalam organisasi melirik. Sehingga perempuan tidak percaya diri, merasa minder, muncul perasaan bimbang, merasa pangsa yang lemah, dan tidak berdaya, maka hilanglah keingintahuan tentang pengetahuan baru, semangat, belajar, berkarir, berorganisasi, dlsb. 

Di lain sisi organisasi tertentu bisa mengalami kevakuman dalam kepemimpinan akibat pandangan seksis itu, diantara sesama laki-laki bisa saling tidak baku suka dengan perasaan melirik orang lain itu, hanya karena memandang perempuan baru bergabung ingin belajar organisasi tertentu tadi dari perspektif perebutan perasaan soal rasa baku suka membuat kehancuran organisasi tertentu. Contoh kasus tidak disertakan dalam tulisan ini sebagai bentuk penghormatan manusia layaknya dan bagian dari pada masalah privasi seseorang itu sendiri.

Untuk melawan pandangan yang menindas kaum perempuan itu sekaligus memberikan saran bahwa! 

Diperjelas juga posisi kami sebenarnya bukan penggiat feminis, seksis, kesetaraan jenis-kelamin, atau bukan karena seorang yang bebas dari anti patriarki, pacaran dan kawin dalam kehidupan sehari-hari. Melainkan merasa terbeban atas anggapan seksis orang-orang sekampung kami, itu sebagai bentuk bertanggungjawaban moral sebagai sesama manusia tanpa memandang jenis-kelamin bahwa :

Kami hanya bermimpi, akan ada perempuan-perempuan yang telah terdidik, berwawasan luas secara global, pemikiran maju, berpikir kritis, yang telah menguasai inovasi dan teknologi tinggi, mereka suatu saat perempuan handal itu akan bangkit di segala bidang dari tengah-tengah pengalaman ketertindasan realitas kehidupan mereka. Pengalaman mereka itu akan menjadi pengetahuan. Dan mereka akan melawan balik para penindas itu, Dengan perlengkapan senjata dan peluru mereka. 

Senjata : Fiksi dan Non-Fiksi, Buku, jurnal, novel, cerpen, majalah, koran, dlsb. 
Peluru : patriarki, seksisme, feminisme, kesetaraan gender, dlsb. 

Tulisan Tidak Sempurna Ini. 
Semoga Menjadi Berkat! 
"Bagi Mereka Yang Haus Akan Pengetahuan Dan Rasa Ingin Tahu Yang Tinggi".

Rabu, 29 Desember 2021

Kematian Itu Seleksi Alam Atau Takdir Tuhan

Topik ini selalu menjadi keraguan sekaligus menantang saya, kata kematian dari kata dasar mati, arti ini sendiri adalah sudah hilang nyawa, tidak hidup jiwa lagi, atau yang tidak pernah rohnya hidup. Tapi disini saya mencoba bertanya ketidaktahuan tentang kematian seleksi Alam atau Takdir Tuhan itu, selama perjalanan hidup ini, menghadapi kematian orang-orang terkasih kita, hal yang sama kita juga mengalami kematian dari berbagai faktor, bentuk, sifat dan motif. Sebut saja seperti, lanjut usia, sakit, kecelakaan, bunuh diri, pembunuhan, dlsb. Dibawah ini 5 analogi dari pada "kematian" itu. 1. Seperti Lanjut Usia Lanjut Usia adalah seseorang dikatakan lanjut usia, usianya 65 tahun ke atas. Lanjut Usia bukan suatu penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan kehidupan lingkungan. 2. Seperti Sakit Sakit adalah berasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu sakit misalnya demam, sakit perut, dan sebagainya. 3. Seperti Kecelakaan Kecelakaan adalah Suatu peristiwa yang jarang dan tidak tentu kapan terjadi dan bersifat banyak (multi) faktor yang selalu didahului oleh situasi dimana seorang atau lebih pemakai jalan telah gagal mengatasi lingkungan mereka. 4. Seperti Bunuh Diri Bunuh Diri adalah Sebuah tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri. 5. Seperti Pembunuhan Pembunuhan adalah suatu tindakan untuk menghilangkan seseorang dengan cara yang melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum. Orang akan berdebat sampai Ayam tumbuh gigi sekalipun tidak akan dapat solusi yang rasional tentang seleksi Alam dan Takdir Tuhan. Hanya sudut pandang Ilmu Alam dan sudut pandang Ilmu filsafat Teologia saja yang paling Tahu, tentang pengalaman hukum Alam dan keyakinan hukum Tuhan. Akan tetapi menurut hemat penulis dua sudut pandang itu bukan kebenaran mutlak satu sisi sudut pandang kebenaran ilmiah dan yang satu sisi sudut pandang kebenaran keyakinan masing- masing Iman kepercayaan. Memang benar semua orang di dunia ini mengalami kematian, baik itu detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun. Pada saat situasi apa saja tentu tak luput dari kematian itu. Kematian mereka itu menyebabkan perasaan duka cita yang paling dalam seumur hidup orang. Lalu kepergian mereka tinggalkan luka hati yang paling dalam, yang tidak ada obatnya yang bisa terobati luka itu. Sekalian mereka bawah pergi kasih sayang, persahabatan, motivasi, pemikiran dan pandangan mereka berikan di saat-saat sulit itu. Tanya mereka kirahnya apakah itu seleksi Alam atau Takdir Tuhan? Mungkinkah leluhur yang Tahu? Leluhur bukan Tuhan yang maha tahu dan alam semesta yang dapat dipahami dengan dunia batin. Kemudian penyebab faktor, motif, bentuk dan niat itu membuat mengalami kematian, tapi orang akan selalu katakan itu rencana Tuhan. sekalipun itu faktanya penyebab peristiwa itu campur tangan Alam, Manusia, Hewan dan di lingkungan sekitarnya. Tapi kematian itu tidak bisa dipastikan oleh orang siapapun kecuali sedang rawat inap di RSUD, kematian adalah soal rana jiwa, batiniah, tidak ada orang yang dapat mengetahui kapan akan mengalami kematian itu, kecuali berhubungan dengan faktor dimensi indarawi, fisik yang nyata. Jalanan Batin Terpenjara, 24 Desember 2021. #KAKI_ABU

Jumat, 17 Juli 2020

Sistem Organisasi Sosial; Suku Bangsa Yali

Karya Obock I Silak

* Suku bangsa Yali memiliki Tata organisasi berkampungan yang menetap; permanen dan tidak berpindah-pindah. Mengelola lahan-lahan yang dimiliki secara komunal dan yang dikelola secara individu. Semua kegiatan masyarakat direncanakan secara terpusat pada rumah laki-laki (Yowi). Semua kegiatan direncanakan bersama dan mengambil keputusan kolektif (bersama); di rumah (Yowi) yang diterima dan di setujui semua laki-laki pada "O Pumpuk" organisasi kampung terdekat.

* Yowi disini Pusat untuk membicarakan masa depan suku bangsa Yali;  cara hidup tatanan ekonomi tradisional, cara hidup tatanan sosial dan politik, tatanan hidup yang dapat dilestarikan lingkungan hidup maupun tatanan hidup hukum atau norma-norma larangan, tatanan hidup batas kehidupan Yowi, tatanan hidup menyuburkan tanah, tatanan hidup memelihara hewan, tatanan hidup membangun rumah, tatanan hidup cara membuka dan membuat kebun serta tatanan hidup panen hasil kebun Dan segala macam bentuk tatanan hidup mendatangkan kebaikan maupun tatanan hidup mendatangkan musibah yang mengacam kelangsungan suku bangsa Yali; Semuanya dibicarakan dalam honai Yowi sebagai organisasi induk suku bangsa Yali;  Yowi menjadi tempat membicarakan masa depan suku bangsa Yali.

Organisasi Kampung Suku Bangsa Yali

* Organisasi kampung orang Yali dikenal dan didirikan dengan secara lisan tidak langsung atau tidak tertulis tidak seperti organisasi modern secara tertulis sekarang yang kita lihat dunia modern ini; akan tatapi organisasi kampung suku bangsa Yali terbentuk secara alamiah atas dasar Klan dan marga masyarakat berkampungan suku bangsa Yali. Organisasi kampung suku bangsa Yali disebut "O Pumpuk" pada suatu organisasi kampung suku bangsa Yali didirikan atas suatu Klan atau Marga. Orang pertema yang mendirikan kampung atau berkampungan suku bangsa Yali tersebut selain rumah perempuan dan rumah biasa selain itu juga didirikan sebuah rumah laki-laki yang disebut oleh orang Yali rumah Yowi.

Yowi Sebagai Organisasi kampung Suku Bangsa Yali "O Pumpuk"

* Suatu berkampungan suku bangsa Yali terdapat  satu atau lebih satu rumah laki-laki yang disebut "rumah Yowi". Satu organisasi kampung suku bangsa Yali di sebut "O Pumpuk" yang didirikan secara teratur.  Suatu organisasi kampung suku bangsa Yali terdapat empat (4) sampai lima (5) rumah laki-laki (Yowi).

* O Pumpuk; berkampungan didalamnya terdapat beberapa honai (Yowi); untuk membicarakan masa depan stabilitas kehidupan suku bangsa Yali.

Kamis, 16 Juli 2020

Berdiri Sama Tinggi Dan Duduk Sama Besar


Inilah yang disebut HARGA DIRI DAN MARTABAT MANUSIA diantara bangsa-bangsa.

hal itu hanya ditentukan apabila suatu bangsa harus merdeka dan berdaulatan serta berpemerintahan sendiri. jika suatu bangsa yang tidak merdeka dan berdaulat penuh, maka bangsa lain berdiri berbicara atas nama bangsa itu, merendahkan wibawah, hargat dan martabat bangsa lain.

Pemerintah negara Indonesia mewakili orang Papua melakukan praktek-praktek selama 56 tahun ini mewakili bangsa Papua. Bangsa Papua adalah bagian dari Indonesia, orang belum mandiri, belum mampu, yang melabelkan sepatis, GPK, kkb, bodoh, sejenis kata lainya. istilah lain yang digunakan saat ini adalah kesejahteraan, pembangunan infrastruktur seterusnya. Pemerintahan Negara Indonesia hadir sebagai Tuhan yang menentukan arah nasib hidup bangsa Papua.

Pemerintah Indonesia telah merendahkan hargat dan martabat bangsa Papua selama 56 Tahun berkuasa di Tanah Papua Barat. Pemerintah NKRI masuk ke Tanah Papua dan menguasai Pemerintahan Papua Barat secara paksa. dan memaksa orang asli Papua menerima dan mengakui keberadaan NKRI di Tanah Papua sejak 1963 sampai hari ini Januari 2018.

Kenyataan perlakuan Indonesia terhadap orang asli Papua, perlakuan kekerasan fisik dan mental, pembantaian dan pembunuhan terhadap orang asli Papua atas nama negara Indonesia. perlakuan-perlakuan tersebut oleh pihak pemerintah Indonesia menganggap sebagai hal biasa dan menjadi budaya.

Baru saja tanggal 03 Januari 2018 TNI AU tangkap Filep Karma salah seorang pemimpin bangsa Papua, dikertak sampai menyebut monyet. apakah seorang Filep Karma pemimpin bangsa Papua disebut sebagai monyet. monyet tidak ada di Tanah Papua yang ada hanya dearah lain di Indonesia seperti di Jawa itu daerah monyet. saudara Natalius KOMNAS RI telah sampaikan tanggal 12/9,2017 bahwa ia juga menghadapi diskriminasi rasial, kata-kata negatif dan penghinaan melabelkan kepadanya.
Orang asli Papua menemukan identitas diri/ jati diri bangsa yang sedang dihilangkan oleh kekuasaan Indonesia.

Orang asli Papua Barat mengetahui secara pasti, benar dan memastikan bahwa orang Papua sedang berdiri atas dasar hak leluhur seluruh wilayah Tanah Papua Barat untuk selamanya dan seterusnya. untuk selamanya berdiri sama tinggi dan duduk sama besar diantara bangsa-bangsa di dunia termasuk bangsa Indonesia. Atas dasar tersebut perjuangan bangsa Papua tak henti-hentinya diperjuangkan.
Orang asli Papua telah menerima dan mengakui keberadaan Organisasi Papua Merdeka yang telah univication oleh 3 (tiga) organisasi yaitu Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB), Parlement Nasional Papua (PNP), Nasional Liberty Coalition Papua Barat (NLCPB) yang telah terunivikasi dalam United Liberaton Movement for West Papua (ULMWP) pada tahun 2014. dan selanjutnya dianggap sebagai memenuhi persyaratan perdaftaran menjadi keanggotaan MSG's Submited di Honiara, Solomon akhirnya diterima sebagai anggota penjauh "obsevers members" tahun 2015.

Organisasi Papua Merdeka yang baru yang dsebut ULMWP lahir dari suatu proses perjuangan yang panjang selama 50 tahun lebih untuk mendapat pengakuan dari negara lain yang lebih dulu merdeka. pengakuan bukan datang dari Belanda yang lebih dulu insiatif mempersiapkan Papua Merdeka, atau negara lain membawa misi pekabaran di Tanah Papua. tetapi pengakuan ini datang dari negara-negara Melanesia. orang yang berasal dari ras Melanesia yang merupakan keluarga besar orang Melanesia. yang mana Papua Barat adalah sebagai bagian dari keluarga Ras Melanesia yakni ; Papua Neuw Guinea, Fiji Islands, Solomon Islands, Vanuatu dan New Calendonia, Gereja, NGO's dan seluruh masyarakatnya. selanjutnya Papua menjadi agenda dalam Pacific Islands Forum yang membentuk "Pacific Coalician Forum for West Papua. semua dapat terjadi karena kerja keras oleh ULMWP pada perode yang lalu 2015-2017.

Organisasi Papua Merdeka yakni United Liberation Movement for West Papua akan bekerja untuk mewakili bangsa Papua. tentu saja akan mewakili bangsa Papua menghadiri pertemuan-pertemuan resmi diselenggarakan SMG, PIF maupun tidak menutup kemungkinan pertemuan resmi internasional lainnya. bagaimana berdiri sama tinggi dan duduk sama besar di hadapan antar pemimpin bangsa Papua dan bangsa Indonesia. apakah selalu dipandang bangsa West Papua sebagai separatis. dimana harga diri bangsa dan negara Indonesia. dalam sejarah Belanda mencap pemimpin dan para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia juga disebut kelompok extrimis.

Sekarang memandang bangsa Belanda bagaimana atau Belanda memandang bangsa Indonesia. untuk memperjuangkan hak kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua melaui Hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa melalui mekanisme internasional. kami bangsa Papua terus mendukung akan mendukung United Liberation Movement for West Papua. perjuangan hak penentuan nasib sendiri sebagai bangsa, berpemerintahan sendiri, negara berdaulat bagi bangsa sama sekali tidak mengganggu kedaulatan Indonesia. tidak merusak dan tidak mengurangi sejarah kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. wilayah Negara Indonesia tetap terpeliharah dan masih tetap utuh dari sambang sampai Ambonia. perjuangan orang Papua demi menegakkan hargat dan martabat bangsa Papua sebagai suatu bangsa.

Perjuangan yang sedang berlangsung demi mempertahan ras Melanesia di Papua Barat, mempertahankan tanah hak-hak ulayat suku-suku dan hutan milik ras Melanesia di Papua, melindungi dan mengembangkan budaya Melanesia di Papua. Mengapa rakyat bangsa Papua barat mendukung ULMWP dan seluruh elemen perjuangkan hak penentuan nasib sendiri baik di luar negeri maupun di dalam negeri.
Perjuangan yang dilakukan bangsa Papua untuk mencatat sejarah semua label dan pandangan negatif bangsa terhadap bangsa sebagai peringatan untuk anak cucu bangsa Papua. Agar suatu saat bangsa Papua dan bangsa Indonesia berdiri sama tinggi dan duduk sama besar di hadapan bangsa-bangsa.

Oleh Candidat Dr; Ismael R Silak SH, MA

selamat tahun baru 2018

Tentang Dekolonisasi Memberi Melanesia Sebuah Filosofi Yang Masih Sangat Relevan Hingga Saat Ini


 

Kamis, 21 Mei 2020

Selamat Memperingati HUT PI GKI di Yalimu Angguruk Ke 59 Tahun Sejak 19/05/1961-19/05/2020


Nama Angguruk berasal dari sebutan sebuah jenis rumput tumbuhan alang alang yaitu angguruk nahun atau ahun.
Sebenarnya nama tersebut adalah nama rumput yang sampai kini masih terlihat di sekitar lembah dan daerah itu disertai dengan airnya nan elok (Ik Angguruk Sene) di Angguruk sana sebuah pos yang di bangun oleh para Missionaris.

Pada tahun 1960-an tepatnya 19 Mei 1961 Pendeta Siefried Zoellner, dan Dokter Vriend,memasuki lembah itu dan menetapkan pos missi tersebut dengan nama Angguruk.
Mereka adalah Missionaris dari kebangsaan Jerman dan Belanda, utusan Gereja Kristen Injili di Irian Barat, atau kini kita kenal dengan GKI di Tanah Papua.

Angguruk terletak di atas 1400 di atas permukaan laut dan di kelilingi oleh gunung gunung di atas 2000 meter. Bersuhu kisaran antara 24 dan 30 derajat celsius dan rendahnya berkisar 12 sampai 15 derajat celsius. Juga memiliki Alam yang luas, Hutan yang besar dan sungai yang indah serta lembah demi lembah yang unik yang menghiasi daerah  itu.

Orang di lembah itu memiliki budaya yang unik dan tarian khas dansa (Yungggul) mereka yang unik pula selalu di sukai oleh suku tetangga mereka dan orang timur (Yali) lainnya bahkan memiliki keunikan lain seperti tradisi bercocok tanam, berburu dan tradisi warisan nenek moyang lainnya yang ikut menyumbangkan kelebihan orang timur (Yali) bagian barat daya tersebut.

Orang timur (Yali) pada umumnya berambut kerinting, hitam kulit,dan Ras mereka adalah Negroid atau Ras Melanesia yang hampiir mirip dengan orang bagian Barat lembah Baliem dan dibagian pasifik seperti Solomon Island, Papua New Guinea, Vanuatu, New Kaledonia, Fiji ataupun New Guinea Pisau di Afrika sana.

Wilayah timur (Yali) itu sangat menyentuh hati pendeta Siefried zollner dan Dokter Vriend sehingga membuka Pos Misi, membuat lapangan terbang dan melakukan pengajaran Firman Allah yang hakiki bagi orang timur (Yali).
Hati para penyiar injil itu ikut menanamkan beni injil yang luar biasa. Dan membuat orang timur (Yali) itu setara dengan sesama manusia yang lain.

Wilayah timur (Yali) tersebut sebenarnya ada banyak kampung seperti Pasikni, Tinggili, Waniok, Mohimu, Sangkalpunu, Kibianggen, Nisikni, Pinia, Wali,  Tanggeam, Panggema, Pronggoli, Biliam, Sali, Panal, Pintok, Hilariki, Mimbaham, Poholangken, Kosarek dan masih banyak kampung lainnya.

Lembah timur (Yali) itu  sulit di jangkau oleh para tim Expedisi namun tuntunan Tuhan, maka para missionaris itu membuka pos dan melakukan peradaban baru.

Jayapura 19/05/2020
Selamat Memperingati
Hormat Saya !
Untukmu Semua Para Penyiar Injil Yang Mendahului Kita !
Obock I Silak

INI ADALAH SAYA MELANESIA; Siapa Anda untuk menilai?


Ini adalah saya Melanesia, di mana cita-cita & praksis kami lebih konservatif yang mempertahankan tingkat moralitas tertinggi. Kami menghargai kode etik kami sebagai ukuran integritas daripada menekankan pada nilai-nilai materialistis.

Ini adalah saya Melanesia, tempat kami menghargai prinsip-prinsip etika seperti menghargai lebih dari kepemilikan kekayaan. Jika Anda lebih tertarik pada minyak & gas, Anda bisa pergi & tinggal di Dubai.

Ini adalah saya Melanesia, tempat kami mengalokasikan tugas kepada anak-anak kami sebagai ukuran tanggung jawab sosial. Jika Anda menyebutnya pelecehan anak, Anda dapat pergi & membesarkan anak Anda di Australia, tempat IQ Akademik lebih dihargai daripada IQ moral.

Ini adalah saya Melanesia, tempat kami mengukur kesetaraan laki-laki & perempuan berdasarkan distribusi peran, di mana setiap gender memahami deskripsi pekerjaan mereka sebagai penjaga masyarakat yang dihormati. Jika Anda ingin kesetaraan gender diukur berdasarkan posisi keuangan, Anda bisa mempromosikannya di Inggris.

Ini adalah saya Melanesia, di mana kami memiliki kode berpakaian konservatif ketika bergerak di depan umum. Jika Anda berpikir bahwa desain pakaian kami sudah ketinggalan zaman, Anda dapat pergi & bersaing di jalanan mode Paris.

Ini adalah saya Melanesia, tempat kami menghargai hasil kebun. Jika Anda pikir itu adalah seorang pria kaikai, Anda dapat pergi ke Asia & menikmati Sushi Cina.

Ini adalah saya Melanesia, di mana pertempuran suku merupakan platform Alternatif Penyelesaian Sengketa. Jika Anda menyebutnya primitif, maka Anda dapat pergi & tinggal di Swiss, di mana ada kedamaian relatif.

Ini adalah saya Melanesia, di mana keluarga besar merupakan simbol pertanggungjawaban moral. Jika Anda tidak menerima ideal ini, Anda dapat pergi & menyewa penthouse di New York & hidup dalam kenyamanan & gaya.

Ini adalah saya Melanesia, tempat kami mengukur seseorang berdasarkan Pasin mereka & tidak di rekening bank mereka. Jika Anda menggunakan definisi taipan berarti seseorang yang kaya raya, Anda bisa menggunakannya di Las Vegas, tempat Anda akan menemukan semua karakter kaya di sana.

Anda tidak dapat membandingkan Melanesia saya dengan gaya hidup fanatik Anda. Melanesia memiliki masalah & tantangan tersendiri sebagai masyarakat yang berkembang. Siapa yang membuat Anda menilai untuk membandingkan & kontras gaya hidup saya dengan standar Anda? Seberapa universal & relevan standar Anda dengan konteks Melanesia saya? Anda dapat tinggal di hotel bintang lima di salah satu hotel paling mewah di planet ini sementara saya tinggal di rumah saya honai dan para".

Pada akhir hari, bukankah sarang honai dan para" saya & suite kualitas Anda sama-sama memenuhi kebutuhan umum akan istirahat fisik? Apakah keduanya tidak memenuhi definisi Shelter?

Jumat, 08 Mei 2020

Peradaban Kemiskinan Pemikiran Kita

Sumber foto Pintenggum 

Kemiskinan berasal dari kata miskin, yang berarti tidak berharta benda atau serba kekurangan.
Pemikiran berasal dari Kata pikiran adalah suatu pertimbangan akal atau logika yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif.
Kemiskinan absolut dalam kaitannya dengan suatu sumber-sumber materi, yang di bawahnya tidak ada kemungkinan kehidupan berlanjut, dengan kata lain hal ini adalah ting-kat kelaparan. Sedangkan kemiskinan relatif adalah perhitungan kemiskinan yang didasarkan pada proporsi distribusi pendapatan dalam suatu negara.
Saya Mencoba menulis terlepas dari Kata miskin lebih mendalam lagi mengupas tuntas pada cara berpikir atau berlogika kita.
Sebelum Injil sebagai Om (Nami) masuk di lembah Timur (Yalimu), pemikiran kita masih dikatakan Primitif dalam hal beradaptasi dengan dunia luar, memang hal ini benar diakui bahwa segala sesuatu kaitannya dengan cara penyelesaian masalah tidak sama sekali selesaikan melalui logika sehat mereka, namun penyelesaian jalan melalui perang (kontak fisik).
Setelah Injil pada waktu itu 24 01 Maret 1961 Pendeta Zollner dan Dokter Vriend tiba di Suwele Piliam, dan setibanya Kenyataan injil yesus kristus yang membuat orang Timur (Yalimu) Di berkati dan berkembang dari injil nenek moyang kita terima waktu itu dengan sapaan salam Om, (Nami).
Pada saat itu orang-orang yang berpengaruh di setiap kampung dipanggil lalu dididik kabar kebaikan, Keselamatan, injil sebagai Om (Nami). dan di utus untuk pergi melayani di seluruh negeri Timur (Yalimu) Naik gunung, turun lembah, melewati Sungai-sungai, Misinya hanya satu untuk menyebarluaskan injil sebagai Om (Nami).
Pada Kenyataannya terbukti bermusuhan antar kampung semakin menurun, bermusuhan antar klen semakin berkurang, konflik antar kampung didiadakan injil mengapa mereka berdamai Di seluruh Negeri walaupun masih ada rasa tendam.
Kehadiran Pemerintahan Pada Tahun 2002 itu pasti orang-orang Timur (Yalimu)  tahu bahwa  mereka sepakat ada yang tidak tahu apa itu pemerintahan hal ini saya tidak bisa tulis lebar panjang disini karena disini bukan tempatnya, tetapi secara garis besar apa yang kita panen dalam pemerintahan kita saya bersilahkan kita analisa sendiri.
Menurut analisa saya bahwa setelah Pemerintahan masuk kami pindah beradaptasi dari pemikiran nilai moralitas dan spritualitas ke dunia idealisme disinilah otak kita dituntut untuk berdisipliner Ilmu dan logika pikir kita.
Karena kita sudah dipaksa masuk dalam dunia idealisme dengan sistem yang berbeda artinya hanya cara pikir kitalah yang menentukan perspektif positif dan perspektif negatif.
Sementara kita dalam manusia-manusia pemikiran kelas dua, globalisasi datang tanpa diundang memaksa kita berada pada posisi global yang tidak bisa diimbangi sama sekali Oleh logika pikir kita dengan perkembangan ilmu, teknolgi, globalisasi Saat ini, wajar saja nalar kita tra perkembang sama sekali persamaan dengan logika kita, kita tidak bisa membedakan mana yang sistem moral dan spiritual, mana sistem idealisme, mama sistem postmodernisme, mana sistem tatanan dunia atau globalisasi, lalu sementara kita masih berdebatan logika kita sebatas itu-itu saja.
Belakangan ini saya perhatikan penginjilan ditinggalkan lalu urus barang yang lain selain penginjilan yang belum usai ini. Lalu kita menyalahkan orang  Maafkan saya,  saya menduga akan ada ajaran baru akan masuk di Timur (Yalimu) yang akan membiungkan Jemaat Gereja GKI TP yang sudah ada dan terbukti buahnya. Maaf saya bukan mau berdebat tapi ini hanya analisa saya, kita harus jaga Gereja dan injil sebagai Om (Nami)  baik-baik.
Karena sekarang pertahanan terakhir kita Gereja Tuhan dan Injil sebagai Om (Nami).
Jadi Injil sebagai Om (Nami) dan Gereja Tuhan yang nenek moyang kita menerima sederhana itu Gereja Tuhan dan Injil terakhir kita, yang datang dari belakang itu apa?
Kita kembali pada topik diatas Ada istilah bahwa "Muka buruk cermin dibelah,” adalah perumpamaan yang sering digunakan untuk menggambarkan kesalahan alur pikiran kita. Ketika kita tampak di cermin, wajah kita buruk, lalu cermin disalahkan dan dipecahkan. Tentu tindakan ini tidaklah benar menurut akal sehat kita. Seharusnya, nalar atau alur berpikir kita yang benar adalah jika muka kita atau wajah kita buruk, wajah kita itu yang diperbaiki, bukan cermin yang dirusak.
Ungkapan lain yang sering dikutip untuk menunjukkan kekeliruan alur berpikir dan bertindak kita adalah “Menjadi sarang tikus, rumah dibakar.” Yang benar adalah tikusnya dibasmi dan sarangnya dikeluarkan dan dibakar, bukan rumah yang dibakar.
Akibat dari alur berpikir kita yang salah, bertindak pun kita salah. Akibat dari cara berpikir kita yang keliru itu adalah kerugian yang sia-sia. Wajah tetap buruk, cermin sudah rusak dan harus mengeluarkan uang untuk membeli cermin yang baru. Tikus masih tetap hidup tetapi rumah sudah hangus terbakar sehingga harus mencari tempat tinggal lain atau membangun rumah yang baru. Cara berpikir seperti itu tidak sesuai dengan nalar yang sehat atau sering disebut tidak logis.
Dengan demikian kehidupan kita masih ada dan logika kita masih aktif dan berpikir, kita luruskan logika kita dari orang luar menganggap primitif terhadap kita waktu itu, kita luruskan logika kita pada sejarah kita, kita luruskan nalar kita terhadap Gereja sebagai dasar moral dan spritualitas kita, kita luruskan logika idealisme kita, dan kita juga dituntut untuk luruskan logika kita terhadap perkembangan teknolgi, informasi, ilmu dan glolobalisasi kita.
Sekarang ini banyak berdoa minta hikmat Tuhan untuk luruskan logika berpikir kita sesuai dengan nalar kita sebagai bagian dari iman kita.
#Catalan : Tulisan ini tanggungjawab oleh penulis bila tersinggung penulis bertanggungjawab atas tulisan ini
Oleh : Obock I Silak

Rabu, 06 Mei 2020

Selamat Kepada Generasi Bangsa!



Sekolah Menengah Atas (SMA) Yang Dinyatakan Telah Lulus Tahun Ajaran 2019-2020 Se-Papua

Apa itu Generasi Bangsa?

Istilah Generasi berasal dari dua Kata yaitu Generasi dan Muda, Kata Generasi berarti angkatan atau turunan dan Kata Muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup.
Istilah Bangsa berarti kesatuan asal-usul, adat, keturunan, bahasa, dan sejarahnya. Atau sebuah golongan orang mempunyai asal-usul Dan sifat khas yang sama.

Ujian kelulusan angkatan muda Bangsa Tahun 2020 ini tidak seperti Tahun-tahun sebelumnya, seperti harus wajib mengikuti ujian praktek, Ujian akhir semester, Ujian Nasional dan Ujian Sekolah yang berlaku secara nasional di seluruh Indonesia, angkatan muda bangsa beberapa Tahun sebelumnya.

Angkatan muda bangsa Tahun 2020 ini, Telah dinyatakan lulus 100%, hal ini mencetuskan sejarah baru, boleh dikatakan akibat Dari musibah Pandemi Corona Virus (Covid-19) secara global.

Oleh karenanya beberapa hari kedepan lagi mereka angkatan muda generasi ini akan mempersiapkan diri untuk menentukan masa depan mereka, dimana perguruan tinggi maupun program studi yang angkatan muda generasi ini pilih adalah jaminan masa depan hidupnya.

Selamat datang angkatan muda bangsa di dunia kampus karena dunia kampus adalah dunia "Belajar bersikap pada dunia kita dan menentukan masa depan angkatan kita, akan ditentukan Oleh diri kita sendiri".


Akhir Kata
Pendidikan itu adalah pembebasan, Bebas dari Penindasan, pembodohan dan pemiskinan
#Paulo_Freire

Teknik Pembuatan Api Tradisional

Pada 1960-an-1980-an masyarakat perkampungan lembah Yahulikma, Ubahakikma dan Sosomikma tidak memiliki akses korek api, dan masih menggunaka...